Seputar Generasi Millennial
Waktu terus berputar, zaman berganti dan dunia pun mulai diwariskan dari generasi ke generasi. Berdasarkan teori dalam esai berjudul "The Problem of Generation," yang ditulis oleh sosiolog Karl Mannheim pada tahun 1923, para sosiolog membagi manusia menjadi sejumlah generasi: Generasi Era Depresi, Generasi Perang Dunia II, Generasi Pasca-PD II, Generasi Baby Boomer I, Generasi Baby Boomer II, Generasi X, Generasi Y alias Milenial, Generasi Z, serta Generasi Alfa. Pembagian ini biasanya berdasarkan rentang tahun kelahiran. Namun, rentang tahun didefinisikan berbeda-beda menurut sejumlah pakar, tapi tak terlalu jauh.
Secara umum Generasi Baby Boomer adalah generasi yang lahir pasca perang dunia II, dengan rentang tahun 1946 s.d 1964. Generasi X adalah generasi yang lahir dalam rentang tahun 1965 s.d 1980. Generasi ini terlahir pada masa gejolak dan transisi global seperti era perang dingin dan runtuhnya tembok Berlin. Tahun-tahun ketika generasi ini lahir merupakan awal dari penggunaan computer, game, dan internet.
Generasi Y (millennial) kelahiran tahun 1981 s.d 1994, Generasi ini lahir ketika teknologi komputer masih sangat sederhana hingga kemudian mengalami transformasi menjadi lebih kompleks, atau bisa dibilang generasi ini merupakan generasi yang menyaksikan lompatan teknologi secara langsung.
Generasi Z kelahiran tahun 1995 s.d 2010, disebut juga iGeneration, generasi net atau generasi internet. Generasi ini sudah akrab dengan dengan gadget serta teknologi canggih sejak kecil, yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap kepribadian mereka. Generasi Alfa kelahiran 2011 s.d 2025, merupakan generasi baru yang merupakan penerus dari generasi Z. Tulisan ini akan berfokus pada pembahasan tentang Generasi millennial dan Generasi Z.
Jika kita bandingkan, kebanyakan dari generasi millennial adalah orang-orang yang setengah-setengah: setengah menikmati era sebelum internet, dan era sesudahnya. Bagi mereka, Bioskop dan barang lain yang khas generasi 90-an masih menarik. Sementara bagi Generasi Z, Netflix, Virtual Reality, dan Video Games jauh lebih menarik.
Penelitian yang dilakukan McCrindle menemukan, ada sekitar dua miliar penduduk dunia yang tergolong ke dalam generasi Z. Mengenal internet sejak kecil membuat generasi ini cenderung FOMO (Fear of Missing Out) alias cemas akan ketertinggalan dari yang lain. Sejumlah istilah baru yang menggambarkan generasi ini pun bermunculan, seperti YOLO (You Only Live Once), Cray cray, dan Defs.
Dalam forum diskusi MarkPlus Center for Tourism and Hospitality, Head of Hotel Business Program Podomoro University, Dea Prasetyawati memaparkan penelitian menemukan sebesar 60% generasi Z cenderung ingin memberi dampak positif bagi dunia dibandingkan generasi millennials (39%). Diberi kemudahan dalam mengakses berbagai hal sejak kecil membuat generasi Z bisa melakukan berbagai hal sekaligus (multitasking).
“Gen Z paling tidak mengoperasikan lima screens sekaligus di smartphone atau laptop mereka dalam sehari,” kata Dea.
McCrindle memprediksi, Gen Z dapat mengerjakan 17 pekerjaan dan menjalankan sekitar lima karir dalam hidup mereka. Gen Z juga cenderung melihat orang-orang berpengaruh sebagai trendsetter atau influencer mereka.
Membina Generasi Millennial
Dalam konteks Ikhwan, menurut DR. Ali Abdul Halim Mahmud, tarbiyah memiliki pengertian: cara ideal dalam berinteraksi dengan fitrah manusia, baik secara langsung (berupa kata-kata) maupun secara tidak langsung (berupa keteladanan, sesuai dengan sistem dan perangkatnya yang khas), untuk memproses perubahan dalam diri manusia menuju kondisi yang lebih baik.
“Batu bata pertama dalam tarbiyah adalah usrah...”
Batu bata pertama dalam tarbiyah adalah usrah, yang merupakan landasan bagi pembentukan kepribadian anggota dan perangkat paling tepat untuk mentarbiyah mereka secara integral, menyentuh seluruh sendi kepribadian, untuk selanjutnya memformat mereka dengan format Islam sesuai dengan Kitabullah dan Sunah Rasul-Nya.
Dalam versi KAMMI, usrah dinamakan Madrasah KAMMI (disingkat MK). Namun dalam kenyataannya ditemukan kekurangan dalam pelaksanaan MK di Kota Tangerang, yaitu kurang bisanya pemandu mengakomodir peserta selayaknya millennials.
Hal ini dikarenakan pemandu MK di Kota Tangerang adalah Alumni KAMMI yang notabene berbeda generasi dengan peserta MK. Sehingga tidak terjalin ‘ikatan’ sebagai mana mestinya ikatan dalam konsep usrah. Hal ini terjadi salah satunya adalah karena belum adanya pemandu untuk kader ikhwan di KAMMI Kota Tangerang. Oleh karena itu, perlu dibuat formulasi baru dalam pelaksanaan MK. Perlu adanya rekonstruksi MK.
Perlu dibuat sebuah pemahaman dengan cara yang berbeda, bukan berarti menafikan pemahaman lama sama sekali. Namun pola pikir ini diperlukan untuk memperluas cakrawala kemungkinan kita dalam mengkonstruksi pemecahan masalah. Pemahaman lama jika terus menerus dijadikan pijakan berfikir, hanya akan menghasilkan solusi yang tidak jauh berbeda dari sebelumnya. Semacam solusi tambal sulam yang tidak akan mampu berkontribusi besar dalam ide kebangkitan yang sedang diusung.
So, how to engage and develop millennials to KAMMI?
Karakter millennial yang multitasking, berpikiran terbuka, dan individual tentu perlu diakomodasi dengan Islam sebagai pondasinya. Dengan model MK yang berorientasi pada pemandu, hal ini akan sulit. Bisa jadi MK hanya akan menghasilkan millennial yang terjebak pada pola pikir Gen X. Dengan segala kekakuannya. Millennial akan sangat tertarik jika dinilai sebagai individu yang unik, bukan disamakan dengan individu lainnya. Maka, goals dari MK tiap individu pun tidak bisa disamakan begitu saja. Coba berikan kesempatan kepada kader untuk menentukan goals yang ingin diraih diakhir periode MK. Bisa dibuat setiap 6 bulan sekali. Dengan adanya penentuan goals, millennial akan merasa tertantang untuk bisa mewujudkannya.
MK secara tradisional merupakan proses transfer ilmu dari kader yang lebih tua kepada kader yang lebih muda. Sehingga mengakibatkan pasifnya kader-kader muda untuk bicara di depan forum. Perlu kiranya, kader-kader muda diberikan challenge untuk menjadi pembicara, tentu dengan bahasan yang sesuai kemampuan mereka. Selain untuk menumbukan kepercayadirian, hal ini juga dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan kader-kader.
Millennial cenderung menyukai kolaborasi, praktik langsung untuk penyelesaian suatu masalah sosial di masyarakat bisa menjadi ajang pembinaan yang pas dengan pola kolaborasi. Tugaskan kader untuk mencari sebuah masalah sosial. Lalu biarkan mereka belajar menyelesaikan masalah tersebut dan berkolaborasi dengan masyarakat di lingkungan yang mana terdapat masalah itu. Jika ada kendala, MK bisa jadi ajang diskusi untuk mencari jawaban bersama dengan kader lainnya.
Madrasah KAMMI zaman now
Pergeseran pemetaan anggota KAMMI yang awal kemunculannya merupakan Aktivis Dakwah Kampus (ADK), namun kini sudah tidak lagi demikian. Anggota KAMMI sudah sangat beragam tingkat pengetahuan serta latar belakang. Sehingga perlu kiranya pemandu yang ‘gaul’, yang mampu jadi influencer bagi para kader baru.
Menurut Sa’id Hawwa, ulama dan guru agama yang mengajar di halaqah mempunyai cara tersendiri dalam pendekatan mengajar. Begitu juga dengan pemandu MK, pendekatan yang dilakukan untuk millennial harus dengan millennials ways.
Referensi
Adam, Aulia. 2017. Selamat Tinggal Generasi Milenial, Selamat Datang Generasi Z. https://tirto.id/selamat-tinggal-generasi-milenial-selamat-datang-generasi-z-cnzX. Diakses 29 Agustus 2018.
Ahmadi, Wahid. dkk (Penerjemah). 2000. Perangkat-Perangkat Tarbiyah Ikhwanul Muslimin. Solo: Era Intermedia.
Bella, Annisa. 2018. Bukan Hanya Millennials, Kenali Karakter Konsumsi Gen Z dan Alfa. http://marketeers.com/bukan-hanya-millennials-kenali-karakter-konsumsi-gen-z-dan-alfa/. Diakses 29 Agustus 2018.
Imam, Rijalul. dkk. 2010. Kapita Selekta KAMMI. Bandung: Muda Cendekia.
Ridha, Abu (Penerjemah). Jundullah: Jihad Total. Jakarta, Al-Ishlahy Press.
Ditulis oleh:
Ketua Umum KAMMI Kota Tangerang periode 2018-2019

1 Komentar
Wynn Casino, Las Vegas - MapYRO
BalasHapusWYNN 충청북도 출장안마 CASINO in 포항 출장마사지 Las Vegas NV at 문경 출장샵 3131 Las Vegas 영천 출장샵 Blvd. South 89109 US. 서귀포 출장샵 Find reviews and discounts for AAA/AARP members, seniors, extended stays & government